kesehatan

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR COKLAT


banner coklat

Hallo, Vogamoders… Saat hari Valentine, biasanya kita bertukar bingkisan coklat. Namun, kadangkala kita masih sulit membedakan mitos dan fakta mengenai coklat. Apa benar cokelat menimbulkan jerawat? Berat badan naik karena coklat, itu mitos atau fakta? Hmmm, agar tidak bingung lagi, yuk kita baca ulasan mitos dan fakta seputar coklat yang VOGAMODA rangkum dari beberapa sumber berikut!

 

  1. COKLAT MENIMBULKAN JERAWAT. Mitos! Jerawat tidak ada kaitannya dengan konsumsi coklat. Penyebab jerawat adalah produksi minyak berlebih di kulit yang terkontaminasi bakteri. Hal ini berdasar penelitian yang dipublikasikan melalui Journal Of The American Medical Association.
  2. COKLAT MEMBUAT GEMUK. Mitos! Selama dikonsumsi secara wajar, coklat tidak akan membuat gemuk. Sebagaimana diungkapkan pakar kesehatan melalui situs Bodychef, yang menjadi penyebab kegemukan adalah kurang berolahraga dan porsi makan berlebihan. Jadi, kegemukan tak ada hubungan dengan konsumsi coklat.
  3. COKLAT MENGURANGI STRES. Fakta! Saat patah hati atau stres karena beban kerja, banyak wanita yang ngemil penganan coklat. Nyatanya, coklat dapat mengontrol hormon kortisol (hormon pemicu stres) agar tetap berada di level normal. Sehingga, tak heran jika Anda merasa lebih lega dan tenang ketika menghadapi masalah dengan memakan coklat.
  4. COKLAT MEMBUAT BERGAIRAH (AFRODISIAK). Fakta! Coklat sudah diyakini sejak lama sebagai zat pembakar gairah atau afrodisiak. Hal ini bahkan sudah menjadi pengetahuan umum masyarakat suku Aztec beribu tahun yang lalu! Penelitian menunjukkan coklat mengandung zat dopamin yang memproduksi endorphin. Endorphin membuat perasaan lega, tenang dan senang, sehingga peka terhadap rangsangan seksual.
  5. COKLAT MERUSAK GIGI. Mitos! Kerusakan gigi seperti karang gigi sama sekali tidak disebabkan memakan coklat. Penyebab karang gigi adalah tumpukan sisa makanan yang tidak dibersihkan sebelum tidur. Sebaliknya, penelitian malah menunjukkan peran coklat dalam merawat gigi. Coklat mengandung antioksidan flavanol yang memperlambat pembentukan plak atau karang gigi.
  6. COKLAT BERKOLESTEROL TINGGI DAN BERBAHAYA BAGI JANTUNG. Mitos!  Coklat memang memiliki lemak jenuh, namun kandungan asam stearat di dalamnya justru baik bagi kesehatan. Penelitian membuktikan bahwa asam lemak tersebut berperan dalam meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah serangan jantung.
  7. COKLAT MENGANDUNG ANTIOKSIDAN. Fakta! Sebatang coklat berukuran normal atau sedang mengandung antioksidan yang jumlahnya setara dengan  hampir tiga cangkir teh hijau. Bahkan, coklat juga mengandung mineral dan kaya serat. Ini tentunya baik bagi kesehatan.
  8. COKLAT MEMBANTU MENGURANGI TEKANAN DARAH. Fakta! Sebuah penelitian yang mewajibkan pesertanya mengkonsumsi sedikit coklat dengan kandungan 50% kakao secara rutin selama 18 minggu menemukan bahwa tekanan darah mereka berkurang secara signifikan.

 

Itulah mitos dan fakta seputar coklat. Dengan ulasan tadi, tentunya kamu tidak akan bingung lagi dengan rumor yang beredar mengenai penganan lezat ini, yah dear… Jadi, jangan ragu untuk memberi atau menerima bingkisan coklat di hari kasih sayang ini. Ok, ladies?! Happy Valentine’s Day! Love. VOGAMODA.

Source : allchocolate.com, bodychef.com, mnn.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s